Putro phang sebagai penasehat istana, maka muncullah hikayat Aceh (nasehat Aceh) yang dikenal dengan hadid maja yang berbunyi: Adat bak Po Teumeruhom, qanun bak Putro Phang, hukom bak Syiah Kuala, Reusam bak Laksamana; (Adat pada sultan, Undang-undang pada parlemen, hukum pada orang berilmu, Kekuatan pada militer)
Banda Aceh- Kegiatan Sehari Berbudaya Pasti (Sedati) Aceh menampilkan kreativitas dari kelas VIII-5 yang didampingi oleh guru wali kelasnya yaitu Ibu Rehana Mauliza, S.Pd. Para siswa kelas VIII-5 (Kamis, 30/1/2025) dengan menampilkan kreativitas seni Drama Musikal Putroe Phang, yang diawali dengan penampilan tari rencong, dan dilanjutkan pembacaaan hikayat Aceh.
Phang" adalah taman
Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636) untuk permaisurinya Putroe Phang
yang berasal dari Kerajaan Pahang. Nama
asli taman ini adalah Taman Ghairah sebagaimana disebutkan di
dalam kitab Bustanus Salatin. Taman ini dibangun karena sultan
sangat mencintai Putri Pahang dan agar sang permaisuri tidak kesepian bila di
tinggal sultan menjalankan pemerintahan. Pembangunan taman dikisahkan merupakan
permintaan dari Putroe Phang, putri raja yang dibawa ke Aceh oleh Sultan
Iskandar Muda setelah kerajaan Pahang ditaklukan.
Putro phang sebagai
penasehat istana, maka muncullah hikayat Aceh (nasehat Aceh) yang dikenal
dengan hadid maja yang berbunyi: Adat bak Po Teumeruhom, qanun bak Putro Phang, hukom
bak Syiah Kuala, Reusam bak Laksamana; (Adat pada
sultan, Undang-undang pada parlemen, hukum pada orang berilmu, Kekuatan pada
militer). {Eka}.
Dokumentasi seluruh Tim